Semangat Pembinaan Usia Dini Menggema di Stadion Taruna: Festival Sepak Bola FORSGI Soloraya 2025 Resmi Digelar

benua pos
Selasa, 24 Juni 2025
Last Updated 2025-06-24T12:55:39Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates




SragenBenua Post Jateng, 24 Juni 2025

Semangat pembinaan olahraga usia dini kembali bergema di Stadion Taruna, Sragen, akhir pekan ini. Venue kebanggaan masyarakat Bumi Sukowati itu menjadi saksi antusiasme ratusan pemain muda dalam Festival Sepak Bola FORSGI Soloraya 2025, yang mempertemukan puluhan tim dari kelompok usia 10 tahun (KU10) dan 12 tahun (KU12).


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORSGI) dalam mengembangkan bakat-bakat muda sepak bola sejak dini. Diikuti lebih dari 30 tim dari berbagai daerah di Soloraya, seperti Solo, Klaten, Boyolali, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, dan Karanganyar, festival ini tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wahana pembinaan karakter dan sportivitas anak-anak.


“Kami ingin menciptakan atmosfer yang positif dan membangun, di mana anak-anak tidak hanya bermain bola, tapi juga belajar nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan semangat juang,” ujar Ketua Panitia Festival FORSGI 2025, Muhammad Fathurrohman, saat membuka acara.


Selama dua hari pelaksanaan, suasana Stadion Taruna dipenuhi sorak-sorai pendukung, pelatih, dan orang tua yang menyemangati para pemain cilik. Meskipun bertanding dalam kompetisi, para pemain tetap menunjukkan sikap sportif dan penuh semangat, sejalan dengan visi FORSGI yaitu membentuk generasi muda yang sehat jasmani dan rohani.


Festival ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni budaya lokal serta sesi motivasi dari para tokoh olahraga dan pembina sepak bola junior. Tidak hanya tim yang tampil sebagai juara yang mendapatkan apresiasi, namun juga penghargaan khusus diberikan kepada pemain terbaik, tim paling sportif, dan pelatih inspiratif.


“Kegiatan seperti ini sangat positif. Anak-anak bisa berinteraksi, bertanding, dan belajar dari pengalaman nyata di lapangan. Kami berharap event semacam ini bisa rutin digelar dan menjadi kalender tahunan pembinaan usia dini di Soloraya,” ungkap Dedi Santosa, salah satu orang tua pemain dari Klaten.


Festival Sepak Bola FORSGI Soloraya 2025 menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga, khususnya sepak bola, tidak harus selalu berorientasi pada kompetisi semata. Dengan pendekatan rekreatif dan edukatif, pembinaan usia dini dapat menciptakan pondasi kuat bagi prestasi olahraga nasional di masa depan.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Category 5